Oleh: Rony Syahputra Nasution | April 2, 2008

Antara Inggris dan Italia

Rabu dini hari ini, kembali Manchester United bertemu klub asal Italia, AS Roma. Walaupun kedua tim bukan seteru abadi semisal pertemuan MU-Arsenal atau AS Roma-Lazio tetap saja laga ini dinanti oleh pendukung kedua kesebelasan, mengapa ? tentu saja karena pada laga ini pelatih AS Roma Spaletti menganggap laga ini sebagai ajang “pembalasan” atas “luka” AS Roma ketika dibantai MU di Old Traford 7-1.

 Dalam laga ini AS Roma bermodalkan performance yang baik di Lega Calcio sehingga menipiskan jarak dengan Inter milan menjadi 4 point dan prestasi mengalahkan raksasa Spayol, Read Madrid 2-1 di Roma dan di Madrid. Sedangkan MU yang belum terkalahkan di LC musim ini ditambah 2 kemenangan terakhir yang penting di EPL dari dan Aston Vila dengan gawang MU yang tanpa kebobolan serta berhasil membuat 7 gol.

Sebenarnya dalam kurun waktu kurang dari  1 tahun kedua klub sudah bertemu 4 kali, akan tetapi pada 2 pertemuan terakhir yang terjadi di penyisihan group AS Roma tidak bisa berbuat banyak, kalah 0-1 di Old Traford dan 1-1 di Roma disamping itu laga tersebut terjadi di penyisihan group membuat amosfer laga kurang gereget. Maka ketika kedua klub bertemu di perempat final LC musim ini, Spaletti langsung membuat title laga sebagai ajang pembalasan AS Roma pada perempat final LC musim lalu dengan kekalahan telak AS Roma 1-7 atas MU.

Pada awal pertandingan kedua tim tampak hati-hati dalam menjalankan laga. AS Roma yang tampil tanpa diperkuat El Capitano Totti dan Perotta sedangkan MU tampil full team minus Ryan Giggs yang disimpan di bangku cadangan oleh fergie. 15 Menit awal AS Roma mengambil inisiatif penyerangan. Pada laga ini AS Roma tertumpu pada Vucinic dan Mancini dalam melakukan penyerangan. Semula laga ini menurut saya membosankan, karena kedua tim terlihat sangat hati-hati, AS Roma yang bermain di kandang pun tidak melakukan penyerangan yang frontal, ini mungkin mengantisipasi kecepatan2 pemain MU. Tekanan oleh AS Roma di lakukan oleh Vucinic dan Mancini cukup membuka peluang akan tetapi menyelesaian akhir yang kurang tenang membuat gawang EVS masih aman.

Di menit 20an Vidic cidera, akibat tumpuan yang salah ketika mendarat selepas duet di udara dengan Vucinic, mesti sempat ingin melanjutkan pertandingan akan tetapi akhirnya Vidic di gantikan oleh O’Shea. Dan pada menit ke 39 MU berhasil mencuri gol lewat heading CR7. Proses gol diawali oleh pergerakan WR yang kemudian memberikan umpan terobosan kepada Scholes, yang kemudian dengan cerdik Scholes melakukan umpan tarik yang terukur, dengan power CR7 yang datang dari lini kedua menyambut umpan tersebut, sehingga jebol juga gawang Doni, 0-1 untuk MU.

Kalo boleh saya samakan gol CR7 ke gawang Doni dini hari tadi, mirip dengan proses gol Roy Keane ke gawang Juventus pada semifinal LC 1999 di Turin, sama-sama menjebol gawang klub italia dan laga pun berlangsung di tanah italia. Akan tetapi saya melihat kesamaannya gol tersebut pada unsur penuh “Power” dan “Semangat” serta tentunya sama2 lewat heading. Hingga turun minum score masih tetap 0-1 buat MU.

Pada babak kedua, AS Roma memiliki beberapa peluang emas yang berasal dari Vucinic, Taddei, Aquilani, Mexes, dan Panucci yang sudah bebas di depan gawang MU, tapi karena tidak memiliki ketenangan, gawang MU masih aman. Pada babak kedua EVS juga menunjukkan kelas nya sebagai GK sarat pengalaman dengan tenang mengantisipasi beberapa service yang dilakukan pemain AS Roma. Mancini yang diplot menggantikan fungsi Totti dalam mengacak2 pertahanan MU tidak bisa berbuat banyak dan praktis tidak ada peran yang berarti oleh Mancini. Spaletti kemudian memasukkan Guily untuk meningkatkan penyerangan, yang sebenarnya menurut saya sudah dimasukkan pada babak pertama. Asyik penyerang membuat AS Roma lengah, umpan crossing Brown dari sisi kiri pertahanan AS Roma di rebound oleh PJS untuk membuat service kepada WR, Doni mencoba mengantisipasi akan tetap kurang koordinasi Doni dengan Panucci dan Mexes membuat WR dengan mudah membuat gol ke gawang AS Roma yang sudah ditinggalkan Doni, 0-2 untuk MU.

Setelah kebobolan 2 gol, praktis AS Roma tidak memiliki determinasi lagi pada laga ini, kordinasi antara pemain pun tidak jalan, ini membuat lini pertahanan MU yang kokoh dan disiplin sejak awal menjadi lebih mudah dalam mengantisipasi penyerangan AS Roma, justru MU memiliki peluang emas lewat CR7 dan WR namun belum membuahkan gol. Hingga laga usai score 0-2 untuk keunggulan MU.

Dengan hasil ini membuat langkah MU lebih mudah untuk menuju semifinal akan tetapi AS Roma yang bisa mengalahkan Real Madrid di Madrid  harus diwaspadai oleh MU, dengan penerapan disiplin MU sepertinya akan kembali juara di Old Traford pada 9 April mendatang. Disamping itu MU membuat rekor tidak kebobolan dalam 4 pertandingan terakhir baik di EPL maupun di LC.

 Pada pertandingan ini MU yang memperagakan kerja sama tim secara padu, akan tetapi man of the macth tetap milik CR7. CR7 yang tampil “biasa” berhasil memainkan emosi dan kosentrasi para pemain AS Roma.

Hasil ini juga menunjukan kedigdayaan klub2 inggris dalam menghadapi klub italia, seperti kita ketahui sebelumnya Arsenal juga mengalahkan AC Milan di San Siro dengan 2 gol tanpa balas, kondisi ini berbeda pada masa 1990an ketika MU selalu menjadi bulan-bulanan Juventus di LC…..

Apakah ini menunjukan peningkatan kualitas dari klub2 inggris atau penurunan kualitas klub italia ???


Responses

  1. menurut saya hal ini terjadi karena peningkatan kualitas dari klub-klub Inggris akibat banyaknya investor baru yang masuk.

  2. Selain banyaknya investor dr luar inggris, peningkatan kualitas tim-tim di liga inggris karena ga adanya pembatasan pemain asing.

  3. mungkin inilah efek jika suatu produk (EPL) dikemasan secara benar…sportainment…bandingkan dengan Liga Italia (indonesia mungkin) yang selalu mengedepankan “fanatisme”…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: