Oleh: Rony Syahputra Nasution | Mei 26, 2008

Manchester United Kawinkan Gelar EPL dan LC 2008

Kamis dini hari ini perhelatan antar klub di benua biru memasuki fase akhir, yaitu final liga champions eropa musim 2007/2008 yang mempertemukan 2 tim asal inggris, Manchester United dan Chelsea. Persaingan kedua tim musim ini bisa dikatakan sangat ketat, hal ini bisa dilihat dari perburuan title EPL yang harus ditentukan hingga pekan terakhir oleh kedua tim.

MU dan Chelsea hadir di final dengan sama-sama tidak mengalami kendala berarti, kekuatan yang full team sampai usaha pemecahan rekor2 baru. Disatu sisi MU memiliki rekor 100% juara ketika tampil di final, dari penampilan meraka 1968 dan 1999. Disisi lain Chelsea ingin mengikuti jejak Borussia Dortmund yang berjadi juara baru, ketika berhadapan dengan tim yang pernah menjadi juara sebelumnya. Mitos ketika 2 tim dari 1 negara asal bertemu di final, yang keluar menjadi juara adalah tim yang bukan juara di liga negara asalanya, ini berlaku ketika Real Madrid bertemu Valencia (juara la liga) dan juga AC MIlan bertemu Juventus (Juara Lega Calcio), yang masing-masing dimenangkan oleh Real Madrid dan AC Milan.

Pertandingan diawalin dengan permainan hati2 oleh MU dan Chelsea, pada quater awal MU lebih menguasai permainan, ini bisa dilihat dari penguasaan bola dimana MU unggul hingga 60% berbanding Chelesa yang 40%. Hingga akhirnya ketika sentuhan 1 – 2, Wess Brown dan Paul Scholes di sisi kiri pertahanan Chelsea, yang kemudian diteruskan umpan Wes Brown ke jantung pertahaan Chelsea, CR7 yang tanpa pengawalan berhasil menceploskan bola melalui sundulan ke gawang Peter Cech pada menit 25,  1-0 untuk keunggulan MU. Setelah gol MU tercipta Chelsea berusaha keluar dari tekanan, hal ini membuahkan hasil, pada injury time babak 1, dimana lini pertahanan MU lengah, Essien melakukan tendangan spekulasi, dan membentur Ferdinand, Lampard yang datang dari lini kedua yang tanpa pengawalan dengan mudah menceploskan bola ke gawang Edwin Van Der Sar. 1-1.

Pada babak kedua masing-masing tim memiliki beberapa peluang emas yang dapet membuahkan gol, kurang nya finishing touch yang baik dan penampilan kedua kiper yang maksimal, akhirnya mementahkan semua peluang-peluang yang ada. Akhir babak kedua kedudukan tetap imbang 1-1.

Dua Babak Over Time pun akhir mesti dijalani oleh kedua tim, untuk menentukan Juara. Pada babak over time 1, kedua tim berusahan menciptakan beberapa skema untuk menjebol gawang lawan, MU dan Chelsea sama-sama memiliki peluang, Chelsea pun memiliki peluang “nyaris” gol ketika sepakan Lampard membentur mistar Edwin Van Der Sar.  Babak 1 Over Time pun masih berakhir dengan kedudukan imbang 1-1. Babak 2 over time, MU tampak nya lebih unggul dalam penguasaan lapangan. Di penghujung babak 2 over time, terjadi insiden, dimana insiden ini diawalin oleh Tevez dengan makalele, hingga konflik menyebar pada “duel” Vidic dan Drogba, sehingga akhirnya Drogba mendapatkan kartu merah, karena dinilai wasit melakukan tindakan tidak sportif dengan menampar pipi Vidic. Hingga babak 2 over time selesai kedudukan masih imbang 1-1, sehingga penentuan juara harus ditentukan melalui adu penalti.

 

ADU PENALTI

  • MU mendapatkan giliran pertama melakukan penalti, Carlos Tevez dipercaya penjadi algojo pertama, dengan pasti Tevez berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.
  • Ballack pun berhasil melalukan eksekusi penalti, hingga berhasil menyamakan kedudukan.
  • Carrick menambah point bagi MU.
  • Balletti yang masuk di babak 2 over time juga menjalankan tugas dengan baik, sehingga Chelsea berhasil menyamakan kedudukan.
  • Giliran MU melalui CR7, dengan pasti CR& memulai eksekusi penalti, CR7 dengan style rupa nya sangat di hapal oleh Peter Cech, hingga Peter Cech berhasil menghalau eksekusi CR7, hal ini membuat CR7 bersiap menjadi pecundang pada laga ini.
  • Lampard dengan menyakinkan berhasil membobol gawang Edwin V. D. S.
  • Hargreaves mencoba mengumpulkan serpihan2 kemenagan MU, dengan berhasil memperdaya Peter Cech.
  • Chelsea kembali unggul melalui penalti A. Cole.
  • Dengan kepercayaan tinggi Nani berhasil memperpanjang napas MU.
  • Dengan langkah yang sedikit ragu Terry melangkah untuk melakukan eksekusi penalti, setelah mengambil ancang2….dan uuupssss….tumpuan kaki Terry pun terpeleset di rumput stadion yang memang sudah diguyur hujan rintik2 sejak babak 2. Sepakan Terry pun meyamping ke sebalah kiri gawang E. V. D. S. Score pun masih imbang 5 – 5 sehingga mesti melalui eksekutor tambahan. Asa MU pun kembali membesar untuk meraih Double Winner musim ini.
  • Anderson, bocah 19 tahun tampil luar biasa untuk menaklukkan Peter Cech, tekanan beralih kepada kubu Chelsea.
  • Kalou menjawab tantangan dengan bbaik, setelah berhasil mengecoh E. V. D. S.
  • Giggs menjadi eksekutor MU selanjutnya, dengan tenang pemain yang sarat pengalaman ini mengecoh Peter Cech dengan sepakan datar nya….booom….MU kembali unggul, dan memberi tekanan kembali kepada kubu Chelsea.
  • Edwin Van Der Sar pun meluapkan kegemiraannya setelah berhasil memblok tendangan striker Anelka ke sisi kanan gawang MU…sekaligus menghapus kenangan pahit penjaga gawang MU ini ketika memperkuat Ajax setelah kalah difinal oleh Juventus lewat drama adu pinalti.

 

Akhirnya MU meraih Double Winner musim ini, sehingga menjadikan Chelsea pecundang untuk kedua kalinya, di EPL dan di LC.

Dan tampaknya CR7 mesti berterima kasih kepada Edwin Van Der Sar dan “John Terry” yang tidak membuat dirinya menjadi pecundang malam itu. CR7 pun mencatatkan dirinya sebagai Top Score LC musim ini dengan 8 gol…… catatan yang fantastis oleh seorang winger…

 

Glory…Glory….Manchester United


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: