Oleh: Rony Syahputra Nasution | Mei 11, 2009

Wirausaha Versus Entrepreneur

Kemaren gara2 beri komentar di wall FB nya mas Ame,
mengenai wirausaha dan entrepreneur,
jadi di tanya balik,
apakah perbedaan antara keduanya hehe ^_^.

Melalui buku yang pernah saya baca,
Langkah Jitu Memulai Bisnis Dari Nol, yang ditulis Bambang Suharso,
di katakan klo entrepreneur itu,
memiliki ciri utama yaitu
1. Mengeluarkan uang selalu untuk suatu yang memiliki investasi.
2. Selalu berusaha mendelegasikan suatu usaha ketika sudah berjalan dengan baik.
Tentu ini masih belum bisa membedakan secara detail
perbedaan wirausaha dan entrepreneur.

Melalui bukunya Anang Sambodo,
Siapa Bilang “Bodo” Nggak Bisa Jadi Pengusaha,
saya mendapatkan gambaran mana wirausaha dan mana entrepreneur.

Gambaran wirausaha dapat kita ilustrasikan,
misal kita membuka sebuah warung makan,
pada pagi hari buta kita pergi belanja ke pasar,
pulang dari pasar kita kemudian memasak,
dilanjutkan menyajikan produk dan melayani konsumen,
malam hari setelah selasai kita menghitung pendapatan dan pengeluaran,
setiap hari, bulan, tahun dan seterusnya,
berputar-putar seperti itu terus menerus.

Dan jika kita sakit atau kita menghadiri pernikahan seorang rekan,
tempat usaha kita tutup sementara,
karena kita tidak bisa belanja ke pasar, memasak, menyajikan dan sebagainya,
karena kita merupakan entitas dari sistem,
sistem tidak berjalan karena kita “tidak” berfungsi.

Berbeda dengan entrepreneur,
seorang entrepreneur hanya melalukan pada awalnya saja,
setelah dia menciptakan sistem kerja yang solid,
kemudian dia berusaha mendelegasikan kepada orang lain,
satu demi satu pekerjaan yang ada dalam sistem,
hingga 100%,
dan akhirnya dia berada di luar sistem kerja.

Dengan mendelegasikan pekerjaan,
kita akan menambah pengeluaran dari usaha kita,
misalkan dengan kita mengerjakan usaha kita sendiri,
kita mendapatkan keuntungan 5 juta,
setelah kita mempekerjakan orang lain keuntungan menjadi cuma 2,5 juta,
kok malah rugi ?

Memang kita hanya mendapat keuntungan 2,5 juta,
tapi kita bisa berlibur bersama keluarga,
menghadiri pernikahan rekan, atau mengikuti acara lainnya,
tanpa harus menutup usaha tempat makan kita,
usaha kita tetap berjalan dan menghasilkan.

Disamping itu karena kita berada diluar sistem,
kita tidak perlu pusing atau disibukan dengan “sistem”,
sehingga kita bisa membuka tempat makan cabangan baru,
atau usaha baru lainnya,
akan muncul keuntungan 2,5 juta lainnya,
tanpa harus kita terlibat didalamnya.

Jadi yang membedakan wirausaha dan entrepreneur,
adalah pada pemikiran dan mentalitas serta konsep kerja,
ibarat anak tangga,
entrepreneur diatas wirausaha.

Jika dalam perencanaan SIM di dunia komputer,
maka bisa dikatakan wirausaha itu merupakan entitas dalam (internal entity),
dan entrepreneur adalah entitas luar (external entity).
Pilihan anda wirausaha atau entrepreneur ? ^_^

 
Salam dari Cirebon,
Rony Syahputra N.


Responses

  1. ya memang ada orang yang hanya jadi pekerja dan ada orang yang jadi juragan atau pemilik suatu usaha kita tinggal pilih mana yang enak .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: